Pages

Tampilkan postingan dengan label PAUD. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PAUD. Tampilkan semua postingan

Kamis, 20 Mei 2010

Mendongeng


BERCERITA / MENDONGENG
Penulis : Hirmaningsih (Dosen UIN Pekanbaru)

* Bercerita adalah penggambaran tentang sesuatu secara verbal. Bercerita merupakan stimulus yang dapat membangkitkan anak terlibat secara mental
* Melalui bercerita, anak di ajak berkomunikasi, berfantasi, dan berkhayal serta mengembangkan kognitifnya. Aktivitas mental anak dapat melambung, melanglang buana melampaui isi cerita itu sendiri. Dengan bercerita juga melatih perkembangan emosi anak

Bercerita dapat dilaksanakan dalam beberapa bentuk

1. Bercerita tanpa alat peraga, hanya mengandalkan kemampuan verbal orang yang memberikan cerita
2. Bercerita dengan menggunakan alat peraga seperti boneka, gambar, atau benda peraga dll
3. Bercerita dengan menggunakan buku cerita
4. Bercerita dengan menggunakan bahasa isyarat atau gerakan
5. Bercerita melalui alat pandang dengar yaitu berupa kaset, TV, dsb

Manfaat kegiatan bercerita

1. Mengembangkan fantasi dan kreatifitas
2. Mengasah kecerdasan
3. Menumbuhkan minat
4. Membangun kedekatan dan keharmonisan
5. Media pembelajaran imajinatif

Pada zaman serba canggih seperti sekarang, kegiatan mendongeng di mata anak-anak tidak populer lagi. Sejak bangun hingga menjelang tidur, mereka dihadapkan pada televisi yang menyajikan beragam acara, mulai dari film kartun, kuis, hingga sinetron yang acapkali bukan tontonan yang pas untuk anak. Kalaupun mereka bosan dengan acara yang disajikan, mereka dapat pindah pada permainan lain seperti videogame.

KENDATI demikian, kegiatan mendongeng sebetulnya bisa memikat dan mendatangkan banyak manfaat, bukan hanya untuk anak-anak tetapi juga orang tua yang mendongeng untuk anaknya. Kegiatan ini dapat mempererat ikatan dan komunikasi yang terjalin antara orang tua dan anak. Para pakar menyatakan ada beberapa manfaat lain yang dapat digali dari kegiatan mendongeng ini.

Pertama, anak dapat mengasah daya pikir dan imajinasinya. Hal yang belum tentu dapat terpenuhi bila anak hanya menonton dari televisi. Anak dapat membentuk visualisasinya sendiri dari cerita yang didengarkan. Ia dapat membayangkan seperti apa tokoh-tokoh maupun situasi yang muncul dari dongeng tersebut. Lama-kelamaan anak dapat melatih kreativitas dengan cara ini.

Kedua, cerita atau dongeng merupakan media yang efektif untuk menanamkan berbagai nilai dan etika kepada anak, bahkan untuk menumbuhkan rasa empati. Misalnya nilai-nilai kejujuran, rendah hati, kesetiakawanan, kerja keras, maupun tentang berbagai kebiasaan sehari-hari seprti pentingnya makan sayur dan menggosok gigi. Anak juga diharapkan dapat lebih mudah menyerap berbagai nilai tersebut karena Kak Agam di sini tidak bersikap memerintah atau menggurui, sebaliknya para tokoh cerita dalam dongeng tersebutlah yang diharapkan menjadi contoh atau teladan bagi anak.

Ketiga, dongeng dapat menjadi langkah awal untuk menumbuhkan minat baca anak. Setelah tertarik pada berbagai dongeng yang diceritakan Kak Agam, anak diharapkan mulai menumbuhkan ketertarikannya pada buku. Diawali dengan buku-buku dongeng yang kerap didengarnya, kemudian meluas pada buku-buku lain seperti buku pengetahuan, sains, agama, dan sebagainya.

Tidak ada batasan usia yang ketat mengenai kapan sebaiknya anak dapat mulai diberi dongeng oleh Kak agam. Untuk anak-anak usia prasekolah, dongeng dapat membantu mengembangkan kosa kata. Hanya saja cerita yang dipilihkan tentu saja yang sederhana dan kerap ditemui anak sehari-hari. Misalnya dongeng-dongeng tentang binatang. Sedangkan untuk anak-anak usia sekolah dasar dapat dipilihkan cerita yang mengandung teladan, nilai dan pesan moral serta problem solving. Harapannya nilai dan pesan tersebut kemudian dapat diterapkan anak dalam kehidupan sehari-hari.

Keberhasilan suatu dongeng tidak saja ditentukan oleh daya rangsang imajinatifnya, tapi juga kesadaran dan kemampuan pendongeng untuk menyajikannya secara menarik. Untuk itu Kak Agam dapat menggunakan berbagai alat bantu seperti boneka atau berbagai buku cerita sebagai sumber yang dapat dibaca oleh orang tua sebelum mendongeng.

Manfaat Dongeng untuk anak :

1. Mengasah daya pikir dan imajinasi
2. Menanamkan berbagi nilai dan etika
3. Menumbuhkan minat baca

Jumat, 14 Mei 2010

Kriteria sekolah yang baik

ditulis oleh Riana Cahyani

Tulisan ini dibuat untuk memenuhi pesanan seorang teman, disarikan dari berbagai macam sumber yang pernah di baca dan dilihat. tentu saja ini harapan ideal bagaimana sebuah sekolah harus dijalankan, jangan berharap terlalu banyak darinya. hanya ada sedikit sekali sekolah yang memenuhi kriteria ini, salah satunya tentu saja sekolah ku [yang bahkan belum kubikin hihihihihii.....], jadi bersikaplah bijaksana saat menjudge sebuah sekolah berdasarkan kriteria di bawah ini, kalau ada sekolah yang sudah punya 5 kriteria pertama ya anggap saja sudah bagus karena mungkin mereka sedang terus membenahi diri dalam rangka memenuhi 5 kriteria sisanya.....jadi inilah dia 10 kriteria sekolah yang baik:

1. Memiliki atmosfir yang bersahabat, guru, anak dan orang tua murid yang mengantar terlihat bahagia. semuanya berkegiatan dengan gembira sekalipun dengan peralatan dan perlengkapan sederhana


2. Guru selalu keliatan berkegiatan bersama anak, entah itu diskusi, membantu proyek anak atau hanya hanya sekedar mengobservasi anak. tidak perduli kelas apapun yang diampu guru [TK or SD] sekolah yang baik akan mendorong guru dan anak untuk belajar bersama

3. Ada rencana program yang jelas, program belajar seimbang antara fisik dan kognitif. anak tidak selalu berada di ruangan dan duduk, tapi juga mendapat cukup kesempatan untuk mengeksplorasi lingkungannya [ini berlaku tidak hanyan untuk TK tapi juga SD]

4. Program belajar dibuat dan disusun berdasarkan kemampuan dan kebutuhan anak tidak cuma berdasarkan kelompok umur dan target yang ingin dicapai.

5. Guru melakukan persiapan dengan matang, sehingga semua kegiatan bisa berjalan dengan lancar tanpa anak harus menunggu. jadi gak ada ceritanya tuh lagi ditengah pelajaran guru lupa membawa alat peraga untuk menerangkan atau malah mem-pause sesinya karena harus menjawab panggilan telepon dari HP.

6. Ada tempat untuk mendisplay karya anak, pada sekolah yang sangat akomodatif, ruang display adalah seluruh ruang kelas, kemanapun kita memandang hanya karya anak jualah yang terlihat. jika di TK hanya ada coretan2 tanpa bentuk, maka di SD akan muncul gambar rancangan pesawat ruang angkasa atau mesin waktu

7. Guru tidak menjadikan dirinya sebagai satu2 nya sumber informasi di dalam kelas, ia menerima informasi dari manapun, bahkan dari murid paling tertinggal di kelas sekalipun dan menganalisis bersama dengan anak.

8. Anak selalu memiliki aktivitas untuk dilakukan. guru selalu siap dengan tugas yang menantang anak untuk berkarya dan tidak membiarkan anak melamun, bengong atau mencitak kepala teman karena kebosanan akut

9. Memanfaatkan sumber daya alam seluas2nya, mengenalkan semua teori alam langsung dari sumbernya yaitu alam. diskusi tentang air tidak hanya menggunakan power point atau poster raksasa tapi juga langsung bersentuhan dan mengeksplorasi air yang sesungguhnya

10. Memberi ruang dan kesempatan seluas2nya pada anak untuk melakukan kesalahan dan belajar dari kesalahannya

nah, semua kriteria diatas akan sangat bermanfaat bagi orang banyak tentu saja kalo biaya belajarnya gak mencekik leher, jadi ada semakin banyak orang yang bisa mengakses pendidikan bagus dan berkualitas. nah siapa mau mulai nih?

R.Cahyani
Penulis & Pengamat PAUD
ditulis oleh Riana Cahyani

Tulisan ini dibuat untuk memenuhi pesanan seorang teman, disarikan dari berbagai macam sumber yang pernah di baca dan dilihat. tentu saja ini harapan ideal bagaimana sebuah sekolah harus dijalankan, jangan berharap terlalu banyak darinya. hanya ada sedikit sekali sekolah yang memenuhi kriteria ini, salah satunya tentu saja sekolah ku [yang bahkan belum kubikin hihihihihii.....], jadi bersikaplah bijaksana saat menjudge sebuah sekolah berdasarkan kriteria di bawah ini, kalau ada sekolah yang sudah punya 5 kriteria pertama ya anggap saja sudah bagus karena mungkin mereka sedang terus membenahi diri dalam rangka memenuhi 5 kriteria sisanya.....jadi inilah dia 10 kriteria sekolah yang baik:

1. Memiliki atmosfir yang bersahabat, guru, anak dan orang tua murid yang mengantar terlihat bahagia. semuanya berkegiatan dengan gembira sekalipun dengan peralatan dan perlengkapan sederhana


2. Guru selalu keliatan berkegiatan bersama anak, entah itu diskusi, membantu proyek anak atau hanya hanya sekedar mengobservasi anak. tidak perduli kelas apapun yang diampu guru [TK or SD] sekolah yang baik akan mendorong guru dan anak untuk belajar bersama

3. Ada rencana program yang jelas, program belajar seimbang antara fisik dan kognitif. anak tidak selalu berada di ruangan dan duduk, tapi juga mendapat cukup kesempatan untuk mengeksplorasi lingkungannya [ini berlaku tidak hanyan untuk TK tapi juga SD]

4. Program belajar dibuat dan disusun berdasarkan kemampuan dan kebutuhan anak tidak cuma berdasarkan kelompok umur dan target yang ingin dicapai.

5. Guru melakukan persiapan dengan matang, sehingga semua kegiatan bisa berjalan dengan lancar tanpa anak harus menunggu. jadi gak ada ceritanya tuh lagi ditengah pelajaran guru lupa membawa alat peraga untuk menerangkan atau malah mem-pause sesinya karena harus menjawab panggilan telepon dari HP.

6. Ada tempat untuk mendisplay karya anak, pada sekolah yang sangat akomodatif, ruang display adalah seluruh ruang kelas, kemanapun kita memandang hanya karya anak jualah yang terlihat. jika di TK hanya ada coretan2 tanpa bentuk, maka di SD akan muncul gambar rancangan pesawat ruang angkasa atau mesin waktu

7. Guru tidak menjadikan dirinya sebagai satu2 nya sumber informasi di dalam kelas, ia menerima informasi dari manapun, bahkan dari murid paling tertinggal di kelas sekalipun dan menganalisis bersama dengan anak.

8. Anak selalu memiliki aktivitas untuk dilakukan. guru selalu siap dengan tugas yang menantang anak untuk berkarya dan tidak membiarkan anak melamun, bengong atau mencitak kepala teman karena kebosanan akut

9. Memanfaatkan sumber daya alam seluas2nya, mengenalkan semua teori alam langsung dari sumbernya yaitu alam. diskusi tentang air tidak hanya menggunakan power point atau poster raksasa tapi juga langsung bersentuhan dan mengeksplorasi air yang sesungguhnya

10. Memberi ruang dan kesempatan seluas2nya pada anak untuk melakukan kesalahan dan belajar dari kesalahannya

nah, semua kriteria diatas akan sangat bermanfaat bagi orang banyak tentu saja kalo biaya belajarnya gak mencekik leher, jadi ada semakin banyak orang yang bisa mengakses pendidikan bagus dan berkualitas. nah siapa mau mulai nih?

R.Cahyani
Penulis & Pengamat PAUD